Tampilkan postingan dengan label Pantun. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pantun. Tampilkan semua postingan

Selasa, 08 Mei 2012

Kumpulan Pantun Nasehat


Kehulu memotong pagar
Jangan terpotong batang durian
Cari guru tempat belajar
Jangan jadi sesal kemudian

Berakit-rakit kehulu
Berenang-renang ke tepian
Bersakit-sakit dahulu
Bersenang-senang kemudian

Kemuning ditengah balai
Bertumbuh terus semakin tinggi
Berunding dengan orang tak pandai
Bagaikan alu pencungkil duri

Harapkan untung menggamit
Kain dibadan didedahkan
Harapkan guruh dilangit
Air tempayan dicurahkan

Ngun Syah Betara Sakti
Panahnya bernama Nila Gandi
Bilanya emas banyak dipeti
Sembarang kerja boleh menjadi

Kerat kerat kayu diladang
Hendak dibuat hulu cangkul
Berapa berat mata memandang
Berat lagi bahu memikul

Parang ditetak kebatang sena
Belah buluh taruhlah temu
Barang dikerja takkan sempurna
Bila tak penuh menaruh ilmu

Kayu cendana diatas batu
Sudah diikat dibawa pulang
Adat dunia memang begitu
Benda yang buruk memang terbuang

Padang temu padang baiduri
Tempat raja membangun kota
Bijak bertemu dengan jauhari
Bagaikan cincin dengan permata

Padi Di Sawah Kuning Warnanya, Batu Di Kali Banyak Bentuknya
Turuti Saja Petuah Orang Tua, Agar Hidup Tidak Sengsara

Ada Banyak Pulau Di Indonesia, Salah Satunya Tanah Papua
Banyak Cara Agar Hidup Bahagia, Cukup Ikuti Nasehat Orang Tua

Jalan Kaki Dari Solo Ke Semarang, Mampir Dulu Di Salatiga
Jikalau Kamu Ingin Hidupnya Senang, Jangan Lupa Dengan Orangtua

Makan Jeruk Di Pasar Buah, Habis Satu Dapat Pepaya
Jangan Lupa Untuk Sedekah, Karena itu Membuatmu Kaya


Kayu cendana diatas batu
Sudah diikat dibawa pulang
Adat dunia memang begitu
Benda yang buruk memang terbuang

Parang ditelak berbatang sena
Belah buluh taruhlah temu
Barang dikerja takkan sempurna
Bila tak penuh menaruh ilmu

Kemuning ditengah balai
Bertumbuh terus semakin tinggi
Berunding dengan orang tak pandai
Bagaikan alu pencungkil duri

Jalan-jalan ke kota Blitar
Jangan lupa membeli sukun
Jika kamu ingin pintar
belajarlah dengan tekun

makanan tersaji dipasang lampu
lampu menyinari di atas meja
naiklah haji bagi yang mampu
memenuhi panggilan dari-NYA

Ada ubi ada talas
Ada budi ada balas
Sebab pulut santan binasa
Sebab mulut badan merana

Jalan kelam disangka terang
Hati kelam disangka suci
Akal pendek banyak dipandang
Janganlah hati kita dikunci

Bunga mawar bunga melati
Kala dicium harum baunya
Banyak cara sembuhkan hati
Baca Quran paham maknanya

Ilmu insan setitik embun
Tiada umat sepandai Nabi
Kala nyawa tinggal diubun
Turutlah ilmu insan nan mati
Kalau harimau sedang mengaum
Bunyinya sangat berirama
Kalau ada ulangan umum
Marilah kita belajar bersama

Hati-hati menyeberang
Jangan sampai titian patah
Hati-hati di rantau orang
Jangan sampai berbuat salah

Manis jangan lekas ditelan
Pahit jangan lekas dimuntahkan
Mati semut karena manisan
Manis itu bahaya makanan.

Buah berangan dari Jawa
Kain terjemur disampaian
Jangan diri dapat kecewa
Lihat contoh kiri dan kanan

Di tepi kali saya menyinggah
Menghilang penat menahan jerat
Orang tua jangan disanggah
Agar selamat dunia akhirat


Anak ayam turun sembilan
Mati satu tinggal delapan
Ilmu boleh sedikit ketinggalan
Tapi jangan sampai putus harapan

Anak ayam turun delapan
Mati satu tinggal lah tujuh
Hidup harus penuh harapan
Jadikan itu jalan yang dituju

Ke hulu membuat pagar,
Jangan terpotong batang durian;
Cari guru tempat belajar,
Supaya jangan sesal kemudian.

Tiap nafas tiadalah kekal
Siapkan bekal menjelang wafat
Turutlah Nabi siapkan bekal
Dengan sebar ilmu manfaat

Banyak sayur dijual di pasar
Banyak juga menjual ikan
Kalau kamu sudah lapar
cepat cepatlah pergi makan

Tumbuh merata pohon tebu
Pergi ke pasar membeli daging
Banyak harta miskin ilmu
Bagai rumah tidak berdinding

Pinang muda dibelah dua
Anak burung mati diranggah
Dari muda sampai ke tua

Ajaran baik jangan diubah

Anak ayam turun sepuluh
Mati satu tinggal sembilan
Tuntutlah ilmu dengan sungguh-sungguh
Supaya engkau tidak ketinggalan


Semua kumpulan pantun diatas diambil dari berbagai sumber, kamu bisa memakai semua pantun diatas untuk digunakan sebagai nasehat kepada orang lain. Dijamin akan lebih menyindir dibanding kata kata yang biasa.

Kumpulan Pantun Jenakan


Ikan gabus di rawa-rawa
Ikan belut nyangkut di jaring
Perutku sakit menahan tawa
Gigi palsu loncat ke piring

    Dimana kuang hendak bertelur
    Diatas lata dirongga batu
    Dimana tuan hendak tidur
    Diatas dada dirongga susu

Elok berjalan kota tua
Kiri kanan berbatang sepat
Elok berbini orang tua
Perut kenyang ajaran dapat

    Anak ayam turun ke bumi
    Induk ayam naik kelangit
    Anak ayam nyari kelangit
    Induk ayam nyungsep ke bumi

Limau purut di tepi rawa,
buah dilanting belum masak
Sakit perut sebab tertawa,
melihat kucing duduk berbedak

    Jalan-jalan ke rawa-rawa
    Jika capai duduk di pohon palm
    Geli hati menahan tawa
    Melihat katak memakai helm

Sakit kaki ditikam jeruju
Jeruju ada didalam paya
Sakit hati memandang susu
Susu ada dalam kebaya

    Disana gunung, disini gunung,
    Ditengah-tengah bunga melati
    Saya bingung kamu pun bingung
    Kenapa ada bunga melati ???!?

Naik kebukit membeli lada
Lada sebiji dibelah tujuh
Apanya sakit berbini janda
Anak tiri boleh disuruh

    Pohon kelapa, Pohon durian,
    Pohon Cemara, Pohon Palem
    Pohonnya tinggi-tinggi Bo!

Orang Sasak pergi ke Bali
Membawa pelita semuanya
Berbisik pekak dengan tuli
Tertawa si buta melihatnya

    Naik kebukit membeli lada
    Lada sebiji dibelah tujuh
    Apanya sakit berbini janda
    Anak tiri boleh disuruh

Orang Sasak pergi ke Bali
Membawa pelita semuanya
Berbisik pekak dengan tuli
Tertawa si buta melihatnya

    Jauh di mata,dekat dihati
    Jauh di hati,dekat dimata
    Jauh-dekat tujuh ratus perak

Ada apa diseberang itu
Mentimun busuk dimakan kalong
Ada apa diseberang itu
Bujang bungkuk gadis belong

    Sakit kaki ditikam jeruju
    Jeruju ada didalam paya
    Sakit hati memandang susu
    Susu ada dalam kebaya

Ada buah manggis
Ada juga buah anggur
Awalnya romantis
Pas tekdung malah kabur

    Jangan takut
    Jangan kawatir
    Itu kentut
    Bukan petir

Jalan-jalan ke Kota Arab
Jangan lupa membeli kitab
Cewek sekarang tidak bisa diharap
Bodi bohai betis berkurap

Elok berjalan kota tua
Kiri kanan berbatang sepat
Elok berbini orang tua
Perut kenyang ajaran dapat

    Buah Nanas, Buah bengkoang
    Buah jambu, Buah kedondong
    Ngerujak dooooooooonggggggg

Senangis letak di timbangan
Pemulut kumbang pagi-pagi
Menangis katak di kubangan
Melihat belut terbang tinggi

    Anak Hindu beli petola
    Beli pangkur dua-dua
    Mendengar kucing berbiola
    Duduk termenung tikus tua

Jalan-Jalan ke Kota Sumedang..
Ada Kambing Makan Rumput..
Anak-anak pada Senang ..
Melihat banci Bergoyang Dangdut..

    Bunga mawar tangkai berduri
    Laris manis pedang cendol
    Aku tersenyum malu sekali
    Ingat dulu suka mengompol

Anak cina menggali cacing
Mari diisi dalam tempurung
Penjual sendiri tak kenal dacing
Alamat dagangan habis diborong

    Biduk buluh bermuat tulang
    Anak Siam pulang berbaris
    Duduk mengeluh panglima helang
    Melihat ayam bercengkang keris 

Buah jering dari Jawa
Naik sigai ke atas atap
Ikan kering lagi ketawa
Dengar tupai baca kitab

    Pohon manggis di tepi rawa
    Tempat datuk tidur beradu
    Sedang menangis nenek tertawa
    Melihat datuk bermain gundu

Anak dara Datuk Tinggi
Buat gulai ikan tilan
Datuk tua tak ada gigi
Bila makan kunyah telan

    Jikalau lengang dalam negeri
    Marilah kita pergi ke kota
    Hairan tercengang kucing berdiri
    Melihat tikus naik kereta

Punggur berdaun di atas kota
Jarak sejengkal dua jari
Musang rabun, helang pun buta
Baru ayam suka hati

    Ketika perang di negeri Jerman
    Ramai askarnya mati mengamuk
    Rangup gunung dikunyah kuman
    Lautan kering dihirup nyamuk

Jual betik dengan kandil
Kandil buatan orang Inggeris
Melihat buaya menyandang bedil
Lembu dan kerbau tegak berbaris

    Berderak-derak sangkutan dacing
    Bagaikan putus diimpit lumpang
    Bergerak-gerak kumis kucing
    Melihat tikus bawa senapang

Pokok pinang patanya condong
Dipukul ribut berhari-hari
Kucing berenang tikus berdayung
Ikan di laut berdiam diri

    Tanam pinang di atas kubur
    Tanam bayam jauh ke tepi
    Walaupun musang sedang tidur
    Mengira ayam di dalam mimpi

Anak bakau di rumpun salak
Patah taruknya ditimpa genta
Riuh kerbau tergelak-gelak
Melihat beruk berkaca mata

    Orang menganyam sambil duduk
    Kalau sudah bawa ke balai
    Melihat ayam memakai tanduk
    Datang musang meminta damai

Hilir lorong mudik lorong
Bertongkat batang temberau
Bukan saya berkata bohong
Katak memikul paha kerbau

    Di kedai Yahya berjual surat
    Di kedai kami berjual sisir
    Sang buaya melompat ke darat
    Melihat kambing terjun ke air


Semoga Pantun Jenaka diatas berkenan buat anda. Sebenarnya cukup mudah untuk membuat sebuah pantun, yang jelas anda perlu kreatifitas dalam memilih kata-kata agar isi pesan yang anda coba sampaikan bisa berpola dengan akhiran dengan pola A-A-A-A, atau Pola A-B-A-B, sehingga lebih enak di dengar dan mudah dipahami.

Kumpulan Pantun Islam


Kalau Tuan pergi ke Kedah
Singgah semalam di Kuala Muda
Sembahyang itu perintah Tuhan
Jika ingkar masuk neraka

Ramai orang menggali perigi
Ambil buluh lalu diikat
Ilmu dicari tak akan rugi
Buat bekalan dunia akhirat

Kulit lembu celup samak
Mari buat tapak kasut
Harta dunia janganlah tamak
Kalau mati tidaklah ikut

Pak Kulup anak juragan
Mati diracun muntahkan darah
Hidup di dunia banyak dugaan
Kepada Allah kita berserah

Letak bunga di atas dulang
Sisipkan daun hiasan tepinya
Banyak berdoa selepas sembahyang
Mohon diampun dosa di dunia

Encik Borhan seorang kerani
Terkemut-kemut bila meniti
Tinggalkan sembahyang terlalu berani
Sepertii tubuhnya takkan mati

Sayang-sayang buah kepayang
Buah kepayang hendak dimakan
Manusia hanya boleh merancang
Kuasa Allah menentukan

Masa berada di Pulau Jawa
Rakan diajak pergi menjala
Maha Berkuasa jangan dilupa
Kuasa Allah tidak terhingga

Nyiur mudah luruh setandan
Diambil sebiji lalu dibelah
Sudah nasib permintaan badan
Kita di bawah kehendak Allah

Kemuning di dalam semak
Jatuh melayang ke dalam paya
Meski ilmu setinggi tegak
Tidak sembahyang apa gunanya?

Banyak bulan perkara bulan
Tidak semulia bulan puasa
Banyak tuhan perkara tuhan
Tidak semulia Tuhan Yang Esa

Daun terap diatas dulang
Anak udang mati dituba
Dalam kitab ada terlarang
Yang haram jangan dicoba

Bunga kenanga diatas kubur
Pucuk sari pandan Jawa
Apa guna sombong dan takabur
Rusak hati badan binasa

Anak ayam turun sepuluh
Mati seekor tinggal sembilan
Bangun pagi sembahyang subuh
Minta ampun kepada Tuhan

Asam kandis asam gelugur
Ketiga asam si riang-riang
Menangis mayat dipintu kubur
Teringat badan tidak sembahyang

Harimau belang turun sekawan
Mati ditikam si janda balu
Ilmu akhirat tuntutlah tuan
Barulah sempurna segala fardu

Kera di hutan terlompat-lompat
Si pemburu memasang jerat
Hina sungguh sifat mengumpat
Dilaknat Allah dunia akhirat

Anak ayam turun sepuluh
Mati seekor tinggal sembilan
Bangun pagi sembahyang subuh
Minta doa kepada Tuhan

Anak ayam turun sembilan
Mati seekor tinggal lapan
Duduk berdoa kepada Tuhan
Minta Allah jalan ketetapan

Anak ayam turun lapan
Mati seekor tinggal tujuh
Duduk berdoa kepada Tuhan
Supaya terang jalan bersuluh

Anak ayam turunnya lima
Mati seekor tinggal empat
Turut mengikut alim ulama
Supaya betul jalan makrifat

Anak ayam turunnya lima
Mati seekor tinggal empat
Kita hidup mesti beragama
Supaya hidup tidaklah sesat

Tuan Haji memakai jubah
Singgah sembahyang di tengah lorong
Kalau sudah kehendak Allah
Rezeki segenggam jadi sekarung

Bulu merak cantik berkaca
Gugur sehelai ke dalam baldi
Jika tak banyak kitab dibaca
Jangan mengaku khatib dan kadi

Inderagiri pasirnya lumat
Kepah bercampur dengan lokan
Sedangkan nabi kasihkan umat
Inikan pula seorang insan

Anna Abadi pergi berenang
Sambil berenang berdondang sayang
Jika hidup dikurnia senang
Jangan lupa tikar sembahyang

Sungguh indah pintu dipahat
Burung puyuh di atas dahan
Kalau hidup hendak selamat
Taat selalu perintah Tuhan

Halia ini tanam-tanaman
Ke barat juga akan rebahnya
Dunia ini pinjam-pinjaman
Ke akhirat juga akan sudahnya

Redup bulan nampak nak hujan
Pasang pelita sampai berjelaga
Hidup mati di tangan Tuhan
Tiada siapa dapat menduga

Belatuk di atas dahan
Terbang pergi ke lain pokok
Hidup mati ditangan Tuhan
Kepada Allah kita bermohon

Daun tetap di atas dulang
Anak udang mati dituba
Dalam kitab ada terlarang
Perbuatan haram jangan dicuba

Terang bulan terang bercahaya
Cahaya memancar ke Tanjung Jati
Jikalau hendak hidup bahagia
Beramal ibadat sebelum mati

Asam kandis asam gelugur
Ketiga asam si riang-riang
Menangis mayat di pintu kubur
Teringat jasad tidak sembahyang

Banyaklah masa antara masa
Tidak seelok masa bersuka
Meninggalkan sembahyang jadi biasa
Tidak takut api neraka?

Dua tiga empat lima
Enam tujuh lapan sembilan
Kita hidup takkan lama
Jangan lupa siapkan bekalan

Sungguh indah pintu dipahat
Burung puyuh di atas dahan
Kalau hidup hendak selamat
Taat selalu perintah Tuhan

Halia ini tanam-tanaman
Ke barat juga akan rebahnya
Dunia ini pinjam-pinjaman
Ke akhirat juga akan sudahnya

Redup bulan nampak nak hujan
Pasang pelita sampai berjelaga
Hidup mati di tangan Tuhan
Tiada siapa dapat menduga

Belatuk di atas dahan
Terbang pergi ke lain pokok
Hidup mati ditangan Tuhan
Kepada Allah kita bermohon

Daun tetap di atas dulang
Anak udang mati dituba
Dalam kitab ada terlarang
Perbuatan haram jangan dicuba

Terang bulan terang bercahaya
Cahaya memancar ke Tanjung Jati
Jikalau hendak hidup bahagia
Beramal ibadat sebelum mati

Asam kandis asam gelugur
Ketiga asam si riang-riang
Menangis mayat di pintu kubur
Teringat jasad tidak sembahyang

Kulit lembu celup samak
Mari buat tapak kasut
Harta dunia janganlah tamak
Kalau mati tidak diikut

Banyaklah masa antara masa
Tidak seelok masa bersuka
Meninggalkan sembahyang jadi biasa
Tidak takut api neraka?

Dua tiga empat lima
Enam tujuh lapan sembilan
Kita hidup takkan lama
Jangan lupa siapkan bekalan

Kalau Tuan pergi ke Kedah
Singgah semalam di Kuala Muda
Sembahyang itu perintah Tuhan
Jika ingkar masuk neraka

Ramai orang menggali perigi
Ambil buluh lalu diikat
Ilmu dicari tak akan rugi
Buat bekalan dunia akhirat

Pak Kulup anak juragan
Mati diracun muntahkan darah
Hidup di dunia banyak dugaan
Kepada Allah kita berserah

Letak bunga di atas dulang
Sisipkan daun hiasan tepinya
Banyak berdoa selepas sembahyang
Mohon diampun dosa di dunia

Encik Borhan seorang kerani
Terkemut-kemut bila meniti
Tinggalkan sembahyang terlalu berani
Sepertii tubuhnya takkan mati

Sayang-sayang buah kepayang
Buah kepayang hendak dimakan
Manusia hanya boleh merancang
Kuasa Allah menentukan

Masa berada di Pulau Jawa
Rakan diajak pergi menjala
Maha Berkuasa jangan dilupa
Kuasa Allah tidak terhingga

Nyiur mudah luruh setandan
Diambil sebiji lalu dibelah
Sudah nasib permintaan badan
Kita di bawah kehendak Allah

Kemuning di dalam semak
Jatuh melayang ke dalam paya
Meski ilmu setinggi tegak
Tidak sembahyang apa gunanya?

Harimau belang turun sekawan
Mati ditikam si janda balu
Ilmu akhirat tuntutlah tuan
Barulah sempurna segala fardu

Kera di hutan terlompat-lompat
Si pemburu memasang jerat
Hina sungguh sifat mengumpat
Dilaknat Allah dunia akhirat

Anak ayam turun sepuluh
Mati seekor tinggal sembilan
Bangun pagi sembahyang subuh
Minta doa kepada Tuhan

Anak ayam turun sembilan
Mati seekor tinggal lapan
Duduk berdoa kepada Tuhan
Minta Allah jalan ketetapan

Anak ayam turun lapan
Mati seekor tinggal tujuh
Duduk berdoa kepada Tuhan
Supaya terang jalan bersuluh

Anak ayam turunnya lima
Mati seekor tinggal empat
Turut mengikut alim ulama
Supaya betul jalan makrifat

Anak ayam turunnya lima
Mati seekor tinggal empat
Kita hidup mesti beragama
Supaya hidup tidaklah sesat

Tuan Haji memakai jubah
Singgah sembahyang di tengah lorong
Kalau sudah kehendak Allah
Rezeki segenggam jadi sekarung

Bulu merak cantik berkaca
Gugur sehelai ke dalam baldi
Jika tak banyak kitab dibaca
Jangan mengaku khatib dan kadi

Inderagiri pasirnya lumat
Kepah bercampur dengan lokan
Sedangkan nabi kasihkan umat
Inikan pula seorang insan

Anna Abadi pergi berenang
Sambil berenang berdondang sayang
Jika hidup dikurnia senang
Jangan lupa tikar sembahyang

Kumpulan Pantun Pendidikan


Simaklah dan resapi,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,

   Ada ubi ada talas
    Ada budi ada balas
    Sebab pulut santan binasa
    Sebab mulut badan merana

    Anak ayam turun sepuluh
    Mati satu tinggal sembilan
    Tuntulah ilmu dengan sungguh-sungguh
    Supaya engkau tidak ketinggalan

    Anak ayam turun sembilan
    Mati satu tinggal delapan
    Ilmu boleh sedikit ketinggalan
    Tapi jangan sampai putus harapan

    Anak ayam turun delapan
    Mati satu tinggal lah tujuh
    Hidup harus penuh harapan
    jadikan itu jalan yang dituju

    Jika pergi ke padang datar
    Jangan lupa pulang berlabuh
    Jika kita kepingin pintar
    Belajarlah sungguh-sungguh

    Jika ingin mendulang cadas
    Jangan lupa palu baja
    Jika murid tumbuh cerdas
    Guru pun ikut bahagia

    Jika kamu pergi ke dusun
    Jangan lupa bawa beras
    Belajarlah dengan tekun
    Agar kita naik kelas

    Jika kita makan petai
    jangan lupa makan kerupuk
    Jika kita ingin pandai
    Ranjin-rajin baca buku


    Kehutan mencari rusa
    Hendaklah membawa tali
    Wahai anak-anak bangsa
    Cepat bangun lekas mandi

    Andai ini hari rugi
    Tentu mujur esok lusa
    Jangan lupa gosok gigi
    Sebab kamu anak bangsa

    Hendaklah melempar jangkar
    Kalau ada perahu singgah
    Kalau anak bangsa pintar
    Negeri ini akan bangga

    Masak angsa dikuali
    Bukan saja di perigi
    Hendaklah kamu mengabdi
    Di pangkuan ibu pertiwi

    Pergilah ke tepi kali
    Jangan lupa bawa guci
    Bangkitlah anak pertiwi
    Bangunlah negerimu ini

    Jika kita pegang kuas
    Melukislah pada kertas
    Jika anak bangsa cerdas
    Bangsa pun berkualitas

    Jika hendak kamu melamar
    Jangan banyak tulis dihapus
    Jika siswa rajin belajar
    Sudah tentu pasti lulus

Kumpulan Pantun Andeca-Andeci


andeca andeci ya bora borabori ..
datang bulan ya nona minum kiranti
belinya ya nona di warung bu susanti
kalo lah memang ada IGO menanti
tolong kenalin biar ane jadiin bini
serrrrrrrr...
andeca andeci ya bora bora
bori ..


andecaaaa.. andeciii ya bora...bora bori ....
presiden amerika ya nona namanya obama (syalalalalalala....)
pernah tinggal ya nona diIndonesia (syalalalalalala....)
yasudalah ane mau ngaku juga
asalkan malam ni kita mangkalbersama
serrrrrrrrrrr.....
andecaaaa.. andeciii ya bora...
bora bori ....

andecaaaa.. andeciii ya bora...bora bori ....
Malam-malam ya nona minum sekuteng
Sambil minum ya nona makan kuaci
Ente disini ya tuan ngakunye ganteng
Padahal Ente ya tuan mirip ketek banci

andeca andeci a bora... bora bori
andeca andeci muke situ kayak ketek banci...


andeca andeci a bora... bora bori
kota jogja yanona sebelum jatim(syalalalala)
jangan lah lupa mampir di rumah si taklimm(syalalalala)
kami ini berdua pasangaan intim(syalalalala)
sayang di sayang kita ini belum murim
(andeca andeci ya bora bora bbori)

andeca andeci ya bora bora bori
Beli pecel ya nona di warung pak jeef...(syalalalala)
Makan pecel nya ya nona pakek jajan... (syalalalala)
Emang ganteng ya nona si haji saeef...(syalalalala)
Tapi muka nya ya nona seperti isi jamban...(syalalalala)
Andeca andeci ya bora.bora bori...
andeca andeci ya bora bora bori

Pergi main yah nona sama si tama (syalalalala)
jangan lupa ya nona ajak si guru (syalalalala)
Selamat tinggal ya nona kenangan lama (syalalalala)
Selamat datang ya nona harapan baru (syalalalala)
andeca andeci ya bora bora bori ,,
andeca andeci ya bora bora bori

andeca andeci ya bora bora bori
pergi ke warung ya tuan mau beli nasi (syalalalala)
yang jual nasi ya tuan pake baju ijo (syalalalala)
sudah lama ya tuan ane kenal ADI (syalalalala)
baru tau ya tuan kalo ADI maho (syalalalala)
andeca andeci ya bora bora bori....
andeca andeci ya bora bora bori...

andeca andeci ya bora bora bori...
dari pagi ya nona die blm mandi..(syalalalala)
mandinya ya nona setahun sekali.. (syalalalala)
emang aneh orgnya nama si ADI.. (syalalalala)
siang cwo eh malemnya jadi banci...(syalalalala)
andeca andeci ya bora bora bori ... :))

andeca andeci ya bora bora bori ...
si gumbal gambul ya nona si gumbal gambul (syalalalala)
si gumbal gambel ya nona si gumbal gambel (syalalalala)
perkenalkan kamu semua anak gaul (syalalalala)
walau anak gaul yang penting tampangnya gembel (syalalalala)
andeca andeci ya bora bora bori ... :))